Saya mengenal aplikasi Wattpad pada tahun 2015 melalui sosial media, saat salah seorang teman mengirimkan tautan ke situ. Saya kemudian ikut-ikutan membuka akun yang  hanya saya isi dengan potongan-potongan puisi.

Saya baru mulai mengisi akun Wattpad itu dengan naskah novel pada pertengahan tahun 2016, setelah novel pertama saya, Dongeng Tentang Waktu, terbit.

Butuh waktu berbulan-bulan sebelum akhirnya akun saya mulai kedatangan pembaca. Rasanya senang banget saat menemukan pengikut, dan komentar-komentar mereka di tulisan yang saya unggah. Mendatangkan pembaca bagi pemain baru di Wattpad benar-benar nggak mudah. Lapak saya baru mulai ramai ketika judul keempat saya unggah, sekitar awal 2017.

Saya mulai serius main di wattpad saat menyadari bahwa platform penulisan itu adalah tempat yang bagus untuk membangun basis massa, sehingga akan memudahkan penjualan ketika merilis buku.

Tulisan yang lebih dulu diunggah di Wattpad sudah menemukan pembaca yang bersedia membeli ketika naskah itu akhirnya terbit dalam versi cetak. Semakin banyak jumlah pengikut dan pembaca cerita itu saat tayang di Wattpad, semakin besar kemungkinan naskah itu akan diterima oleh penerbit saat dibawa kepada mereka, dan tentu saja semakin besar pula kemungkinan versi cetaknya akan laku.

Bukan itu saja, dengan mengunggah naskah di wattpad, kadang-kadang penulis nggak perlu kesulitan mencari penerbit, karena penerbitlah yang akan mendatangi penulis. Sudah menjadi rahasia umum kalau hampir semua penerbit di tanah air sudah mengirimkan editor mereka bergerilya di Wattpad untuk mencari naskah yang layak diterbitkan sesuai format mereka.

Saya mengalami hal ini juga. Beberapa naskah saya dilamar penerbit setelah editor mereka mampir di lapak Wattpad saya. Satu naskah bahkan bisa diminati oleh beberapa penerbit, jadi kitalah yang menentukan penerbit mana yang sesuai dan kita inginkan untuk naskah tersebut.

Jadi, meskipun masih ada banyak pendapat miring tentang buruknya kualitas tulisan yang ada di Wattpad (menurut saya ini sebenarnya wajar, karena kebanyakan adalah pemula yang sedang belajar), ini adalah adalah wadah yang bagus untuk mengenalkan tulisan kepada publik, dan tentu saja mendapatkan kesempatan dilirik penerbit, tanpa perlu bersusah payah mengirimkan naskah secara konvensional, dan harus menunggu kabar berbulan-bulan. Begitu dapat jawaban, belum tentu hasilnya positif dan naskah diterima juga, kan?.

Namun, tentu saja kualitas tulisan tetap harus menjadi perhatian utama, karena banyak tulisan yang berasal dari Wattpad yang telah dibaca jutaan kali, setelah dilempar di pasaran akan menjadi bulan-bulanan para reviewer karena kualitasnya masih di bawah rata-rata, baik dari segi teknik maupun konten yang penuh dengan logika berlubang.

Dari 7 novel saya yang sudah terbit (mayor, indie, dan Self Publish), 6 di antaranya lebih dulu diunggah di wattpad, dan penjualannya memang lebih baik ketimbang novel pertama saya yang langsung ke penerbit, karena sudah punya basis massa, meskipun belum terlalu banyak.

Jadi, buat kamu yang  hendak serius meniti karir di dunia literasi, bermain di platform penulisan seperti Wattpad, bisa menjadi pilihan. Siapa tahu kamu juga akan dilirik penerbit. Kesempatan harus diciptakan dan diusahakan maksimal, kan? Tidak ada angan-angan yang menjelma nyata kalau hanya dihidupkan di dalam benak.