Sebagai penulis baru yang sama sekali nggak punya nama, menembus dunia literasi sama sekali nggak gampang. Namun, saya beruntung karena menemukan jalan yang tepat, sehingga terhitung cepat menerbitkan buku, sejak mulai aktif menulis lagi.

Kemampuan menulis saya pelajari secara autodidak, dari bacaan. Setelah menyelesaikan dua draft kasar yang berantakan banget, saya kemudian sedikit percaya diri pada draft ketiga.

Saat menemukan seorang editor di daftar pertemanan  salah satu sosial media saya,  jadi saya kemudian meminta tolong kepada beliau untuk mengerjakan naskah saya secara profesional. Beliau langsung menolak karena jadwalnya yang padat, dan dia mengusulkan nama lain. Namun saya ganti menolak, karena telanjur suka sama postingan-postingan beliau tentang teknik menulis atau potongan-potongan puisi. Saya bilang, saya bersedia menunggu sampai jadwalnya lebih longgar.

Ketika draft novel saya akhirnya dikerjakan dan dikembalikan saat revisi pertama, saya sempat syok melihat banyaknya coretan dan catatan yang ada di situ. Fitur track change benar-benar membuat naskah saya yang awalnya polos jadi berwarna-warni. Butuh waktu sebulan lebih untuk mengerjakan revisi sesuai petunjuk. Saya bahkan membuang lebih dari 80 halaman, dan menghilangkan salah satu karakter kesayangan saya di novel itu. Saya nggak protes sama sekali karena tahu persis kalau beliau sudah bersentuhan dengan ribuan naskah lain sebelum akhirnya bertemu naskah saya. Saya percaya dengan kemampuannya.

Saya mengirimkan naskah itu ke editor tersebut tanpa ekspektasi apa pun karena tahu saya baru belajar, dan masih harus belajar lebih banyak sebelum bisa menembus penerbit. Hanya saja, beliau rupanya menyukai naskah saya, dan lantas membawanya ke penerbit.

Butuh waktu cukup lama, dan kerja lumayan keras untuk revisi naskah, sebelum akhirnya novel pertama saya terbit, namun hasilnya cukup memuaskan. Dan yang paling penting, saya belajar banyak tentang teknik penulisan saat mengerjakan naskah itu. Pelajaran yang saya dapat dari situ,  membuat tulisan-tulisan saya berikutnya menjadi lebih baik.

Novel pertama saya itu, Dongeng Tentang Waktu, saya tulis awal tahun 2015, selama sekitar 3 bulan, melalui revisi beberapa bulan, sejak akhir tahun 2015 sampai awal 2016, sehingga akhirnya terbit pada bulan Juni 2016, melalui Gramedia Pustaka Utama.

Nama editor pertama saya itu adalah Rosi L. Simamora. Beliau adalah seorang editor sekaligus penulis. Beliau juga sangat aktif membuka kelas-kelas penulisan dan penyuntingan bagi para penulis, terutama penulis pemula. Selain mengerjakan naskah bersama beliau, saya juga mengikuti beberapa kelas online yang beliau adakan. Ilmu yang beliau bagikan dalam kelas penulisan sangat membantu meningkatkan kualitas tulisan. Silakan mampir ke media sosial beliau untuk mengintip.